7 Format Turnamen Esports Populer dan Cara Kerjanya
5 mins read

7 Format Turnamen Esports Populer dan Cara Kerjanya

Format turnamen esports populer menentukan berapa banyak pertandingan yang dimainkan tim, seberapa besar peluang tim lemah bertahan, dan kapan sebuah kekalahan benar-benar mematikan peluang juara. Penyelenggara memilih format berdasarkan jumlah peserta, durasi siaran, dan tujuan kompetisi. Tujuh format berikut paling sering muncul di panggung esports.

1. Round Robin

Setiap tim bertemu semua tim lain minimal sekali. Juara ditentukan lewat klasemen poin atau rekor menang-kalah. Format ini memberi gambaran paling merata tentang kekuatan peserta karena tidak ada tim yang lolos hanya karena undian ringan.

Masalahnya ada di jumlah pertandingan. Sepuluh tim berarti 45 laga di single round robin, dan angka itu berlipat dua kalau memakai double round robin. Liga yang jadwalnya panjang memakai format ini; turnamen akhir pekan tidak mampu menampungnya.

  • Cocok untuk liga musiman dengan jadwal mingguan.
  • Setiap tim mendapat jumlah pertandingan yang sama.
  • Tidak ada eliminasi langsung, tim tetap bermain sampai musim selesai.

2. Single Elimination

Kalah sekali, keluar. Bagan dibentuk dari babak awal sampai final, dan jumlah peserta idealnya kelipatan dua. Kalau jumlahnya ganjil, beberapa tim mendapat bye di babak pertama. Format ini paling cepat selesai dan paling mudah diikuti penonton kasual.

Kritik utamanya soal keadilan: satu pertandingan buruk bisa mengakhiri perjalanan tim yang sebenarnya lebih kuat. Turnamen terbuka dan kualifikasi daring sering memakainya karena waktu terbatas, sementara liga besar menghindarinya untuk pertandingan bernilai tinggi.

3. Double Elimination

Tim baru tersingkir setelah dua kali kalah. Bagan dibagi menjadi upper bracket dan lower bracket. Kalah di upper bracket tidak langsung mematikan, tapi tim tersebut turun ke lower bracket dengan jalur yang lebih panjang menuju final.

Finalnya kadang memakai dua seri kalau tim dari lower bracket berhasil menang di seri pertama, tergantung aturan penyelenggara. Pertandingan bertambah banyak, tapi penonton mendapat lebih banyak laga bernilai tinggi. Format ini umum di turnamen fighting game dan kompetisi MOBA skala besar.

4. Sistem Grup

Peserta dibagi ke beberapa grup kecil, biasanya empat sampai enam tim per grup. Setiap grup menjalani round robin, lalu sejumlah tim teratas lolos ke babak playoff. Sistem ini memangkas jumlah pertandingan dibanding round robin penuh tanpa mengorbankan jumlah laga tiap tim.

Pembagian grup menentukan seberapa berat jalan tiap peserta. Penyelenggara memakai seeding dari hasil kualifikasi atau undian untuk menentukan siapa masuk grup mana. Perbandingan lebih rinci soal sistem ini bisa dibaca di sistem grup vs Swiss.

5. Sistem Swiss

Setiap ronde mempertemukan tim dengan rekor menang-kalah yang sama. Tim yang menang dua kali bertemu tim lain yang juga menang dua kali; tim yang kalah dua kali bertemu sesama tim kalah dua kali. Tidak ada bagan tetap, pasangan lawan ditentukan ulang setiap ronde.

Setelah sejumlah ronde tertentu, tim dengan rekor terbaik lolos ke playoff. Sistem ini efisien untuk peserta banyak karena tidak memerlukan bagan penuh, dan hasilnya relatif mencerminkan kekuatan peserta. Turnamen besar dengan puluhan tim sering memakai Swiss di babak pembuka.

6. GSL Group

Grup berisi empat tim dengan bagan mini bertipe double elimination. Dua tim melawan, dua tim lain melawan. Pemenang kedua laga bertemu di pertandingan penentu juara grup, sementara yang kalah bertemu di pertandingan eliminasi. Pemenang pertandingan eliminasi masih mendapat kesempatan melawan tim yang kalah di pertandingan juara grup.

Format ini menghasilkan grup yang selesai dalam sedikit laga, tiap pertandingan punya taruhan jelas, dan penonton bisa mengikuti narasinya tanpa tabel klasemen panjang. Populer di scene StarCraft dan beberapa turnamen RTS serta kartu digital.

7. Liga Konferensi

Peserta dibagi ke beberapa konferensi regional, bertanding dalam liga masing-masing, lalu tim teratas dari tiap konferensi bertemu di playoff akhir. Format ini memangkas biaya perjalanan dan waktu siaran karena tim banyak melawan lawan di wilayahnya sendiri.

Kelemahannya, kekuatan antar konferensi bisa tidak seimbang. Tim yang mendominasi konferensi lemah belum tentu siap menghadapi wakil konferensi kuat. Perbandingan antar format liga yang berbeda bisa dilihat di perbandingan format liga esports.

Cara Memilih Format yang Tepat

Pilihan format bergantung pada tiga hal utama: jumlah peserta, waktu yang tersedia, dan seberapa besar penonton ingin melihat pertandingan bernilai tinggi. Turnamen dengan 64 tim tidak mungkin memakai round robin penuh, sedangkan liga dengan 10 tim justru mendapat manfaat dari jumlah pertandingan yang merata.

  • Jumlah peserta besar, waktu singkat: Swiss atau single elimination.
  • Ingin meminimalkan keberuntungan: round robin atau double elimination.
  • Ingin banyak laga tanpa tabel panjang: GSL group.
  • Peserta tersebar di banyak wilayah: liga konferensi.

Banyak turnamen menggabungkan dua format. Babak pembuka memakai Swiss atau grup, lalu playoff memakai single elimination. Kombinasi ini memberi setiap tim beberapa pertandingan sebelum eliminasi, tapi tetap menghasilkan final yang tegang.

Ringkasan

Tujuh format di atas mencakup hampir semua turnamen esports yang berjalan saat ini. Round robin menekankan pemerataan, eliminasi tunggal menekankan kecepatan, double elimination memberi keringanan satu kekalahan, sementara Swiss dan GSL group menyeimbangkan jumlah pertandingan dengan keadilan hasil. Memahami cara kerja tiap format memudahkan penonton mengikuti jalannya turnamen dan menilai peluang tim favorit.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah single elimination adil untuk tim favorit?

Tidak sepenuhnya. Satu seri buruk bisa membuat tim unggulan langsung tersingkir. Penyelenggara yang ingin mengurangi risiko ini biasanya memakai double elimination atau memberi babak kualifikasi sebelum playoff.

Berapa jumlah ronde yang ideal untuk sistem Swiss?

Aturan umumnya, jumlah ronde cukup untuk menghasilkan tim dengan rekor menang bersih atau rekor kalah bersih, biasanya empat sampai lima ronde untuk grup berisi 16 sampai 32 tim. Semakin banyak ronde, semakin akurat pemisahan kekuatan peserta.

Bisakah satu turnamen memakai lebih dari satu format?

Bisa, dan itu praktik yang umum. Babak grup memakai round robin atau Swiss, lalu babak playoff memakai single atau double elimination. Kombinasi ini memberi peserta beberapa laga sebelum tersingkir, sekaligus menjaga ketegangan di babak akhir.