9 Istilah Format Turnamen Esports yang Wajib Dipahami
Istilah format turnamen esports muncul di hampir setiap bagan pertandingan, jadwal, dan pengumuman penyelenggara. Kalau kamu baru mengikuti kompetisi atau sering menonton siaran liga, sembilan istilah berikut akan membantumu membaca alur turnamen tanpa perlu bertanya ke orang lain.
1. Best-of (Bo1, Bo3, Bo5)
Best-of menunjukkan jumlah pertandingan maksimal dalam satu rangkaian. Bo3 berarti tim bermain sampai ada yang menang dua game, jadi totalnya bisa dua atau tiga game. Bo5 dipakai di babak final banyak liga karena memberi ruang adaptasi lebih luas bagi kedua tim.
Penyelenggara biasanya memakai Bo1 di fase grup yang menuntut jadwal padat, lalu menaikkan ke Bo3 atau Bo5 di babak gugur. Semakin panjang seri, semakin kecil peluang tim lemah menang karena keberuntungan satu game.
2. Single Elimination
Sistem ini menggugurkan tim begitu kalah sekali. Bagan berbentuk piramida, jumlah peserta terus berkurang tiap ronde sampai tersisa satu juara. Format ini cepat selesai dan mudah diikuti penonton kasual.
Kelemahannya, satu kekalahan bisa membuat tim unggulan tersingkir lebih awal. Turnamen dengan hadiah besar jarang memakai single elimination penuh, kecuali durasinya sangat terbatas.
3. Double Elimination
Setiap tim punya dua nyawa. Kalah sekali, tim turun ke lower bracket dan masih bisa melanjutkan perjalanan. Kalah kedua kali, baru tersingkir.
- Upper bracket: jalur tim yang belum pernah kalah.
- Lower bracket: jalur tim yang sudah menelan satu kekalahan.
- Grand final: pertemuan juara upper bracket dan juara lower bracket.
Beberapa turnamen memberi keunggulan satu game kepada tim dari upper bracket di grand final, sering disebut bracket advantage. Aturan ini dibuat agar tim yang belum pernah kalah mendapat kompensasi.
4. Round Robin
Semua peserta saling bertemu satu kali (single round robin) atau dua kali (double round robin). Liga musiman seperti LEC dan VCT memakai sistem ini karena jumlah pertandingan lebih merata untuk setiap tim.
Masalahnya, jumlah pertandingan tumbuh cepat seiring jumlah peserta. Dengan delapan tim, single round robin menghasilkan 28 pertandingan per putaran. Itu sebabnya liga besar biasanya memecah peserta ke beberapa grup sebelum menggabungkan hasilnya.
5. Sistem Swiss
Peserta dengan rekor menang-kalah sama akan saling dipertemukan di setiap ronde. Tim yang menang dua kali bertemu tim yang juga menang dua kali, begitu seterusnya sampai ada yang mencapai jumlah kemenangan kualifikasi.
Swiss cocok untuk turnamen dengan banyak peserta dan waktu terbatas karena jumlah ronde bisa dipatok lebih dulu. Perbandingan lebih jauh soal sistem ini bisa kamu baca di sistem grup vs Swiss.
6. Tiebreaker
Tiebreaker menentukan peringkat ketika dua tim atau lebih punya rekor identik. Bentuknya bisa pertandingan tambahan, selisih game, atau rekor pertemuan langsung.
Contoh paling sering dipakai adalah head-to-head, yaitu hasil pertemuan langsung antara tim yang seri. Kalau tiga tim atau lebih terlibat dan hasilnya berputar, penyelenggara biasanya memakai selisih game atau memainkan laga tambahan.
7. Seeding
Seeding adalah penentuan posisi awal tim di bagan. Tim dengan peringkat lebih tinggi ditempatkan berjauhan agar tidak bertemu di ronde awal.
Seeding bisa berasal dari peringkat liga sebelumnya, hasil kualifikasi, atau undian. Beberapa turnamen memakai sistem pot, yaitu membagi tim ke beberapa kelompok undian lalu mengundi lawan dari pot berbeda.
8. Group Stage
Fase grup membagi peserta ke beberapa grup kecil, biasanya empat tim per grup. Dua tim teratas melaju ke babak gugur, sisanya tersingkir.
Format ini memangkas jumlah peserta dengan cepat sebelum masuk babak gugur. Kamu bisa melihat variasi aturan grup dan perbandingannya dengan format lain di daftar format turnamen esports populer.
9. Wildcard dan Bye
Wildcard adalah slot tambahan bagi tim yang gagal lolos lewat jalur utama, biasanya dari kualifikasi terbuka atau wilayah yang jatahnya lebih sedikit. Bye adalah hak untuk melewati satu ronde tanpa bertanding, sering diberikan ke tim unggulan agar bagan tetap seimbang.
Cara Membaca Bagan Turnamen dengan Cepat
Mulai dari grand final, lalu telusuri ke belakang. Kalau ada dua jalur menuju final, itu double elimination. Kalau hanya satu jalur, itu single elimination. Setelah itu, cek label Bo di setiap sisi pertandingan untuk tahu berapa game maksimal yang akan dimainkan.
- Lihat jumlah peserta dan bagi ke dalam grup atau bagan gugur.
- Cek format seri tiap ronde, apakah Bo1, Bo3, atau Bo5.
- Cari keterangan tiebreaker jika ada tim dengan rekor sama.
- Perhatikan apakah ada bracket advantage di grand final.
Kombinasi format juga lazim dipakai. Fase grup round robin, lalu babak gugur double elimination, adalah pola yang sering muncul di liga besar. Kalau kamu ingin tahu format mana yang dianggap lebih adil untuk liga jangka panjang, ulasannya ada di perbandingan format liga esports.
Ringkasan
Best-of, single elimination, double elimination, round robin, Swiss, tiebreaker, seeding, group stage, wildcard, dan bye adalah dasar yang membentuk alur setiap turnamen esports. Begitu kamu mengenali istilah-istilah ini, membaca bagan dan jadwal pertandingan jadi jauh lebih cepat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya upper bracket dan lower bracket?
Upper bracket diisi tim yang belum pernah kalah, sedangkan lower bracket diisi tim yang sudah kalah sekali. Tim dari lower bracket harus melewati lebih banyak pertandingan untuk mencapai final.
Kenapa beberapa turnamen memakai Bo1 di fase grup?
Bo1 menghemat waktu karena setiap seri hanya berlangsung satu game. Penyelenggara bisa menyelesaikan banyak pertandingan dalam satu hari, meski risikonya hasil lebih dipengaruhi keberuntungan.
Kapan tiebreaker head-to-head dipakai?
Head-to-head dipakai ketika dua tim memiliki rekor menang-kalah yang sama. Kalau lebih dari dua tim terlibat dan hasil pertemuan mereka saling mengalahkan, penyelenggara biasanya beralih ke selisih game atau laga tambahan.